UNUM CORPUS, UNUS SPIRITUS, UNA SPES Kenangan Tahbisan Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Kleden, Leo and Saramae, Petrus Bine and Bhoki, Hermania and Lewar, Paulus Pati and da Silva, Yosef and Madung, Otto Gusti Nd. and Diaz Tonggo, Anthonius Londa and Buru,, Puplius Meinrad and Tanga, Guidelbertus and Sogen, Martinus Kapitan and Wungubelen, Alfonsus Payong and Dedon, Albertus Polikarpus and Lusiani, Maria and Liwun, Anselmus Wedo and Rota, Laurentius Y and deRosari, Ben and Daen, Philip Ola and Wara, Bernardus Belawa and Baran, Melkior Koli and Koten., Inno and Boruk, Alfonsius Hada and Lolan, Georgius Harian and Atasoge,, Anselmus Dore Woho UNUM CORPUS, UNUS SPIRITUS, UNA SPES Kenangan Tahbisan Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro. UNSPECIFIED.

[thumbnail of UNUM CORPUS dengan ISBN.pdf] Text
UNUM CORPUS dengan ISBN.pdf

Download (5MB)

Abstract

Buku bunga rampai ini merupakan sebuah
diskursus multidimensional yang membedah
transisi kepemimpinan gerejani sekaligus
menyingkap cakrawala visi teologis Mgr. Yohanes
Hans Monteiro sebagai uskup terpilih Keuskupan
Larantuka meneruskan kepemimpinan Mgr.
Fransiskus Kopong Kung. Melalui jalinan
pendekatan biografi eksi teologis, dan
analisis sosiopastoral, karya bunga rampai ini
mengeksplorasi bagaimana sublimitas moto
episkopal Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes
(Ef. 4:4) bertransformasi menjadi paradigma
sentral guna menavigasi kompleksitas tantangan
zaman. Di balik narasi kepemimpinan, tersimpan
simfoni teologis yang berupaya merajut kembali
retakan sosial menjadi satu tubuh mistik yang
hidup, menghidupkan api pengharapan di tengah
gersangnya padang gurun keduniawian melalui
gerak Roh yang tunggal.
us epistemologis karya ini berakar pada
sintesis elegan antara kedalaman pengalaman
eksistensial sang gembala dan kejernihan
wawasan akademik yang membumi dalam
praksis pastoral di tanah kaya tradisi Keuskupan
Larantuka. Buku ini merekam dialektika antara
kecemerlangan intelektual dan kerentanan
manusiawi yang berinkarnasi ke dalam tindakan
nyata dengan menghargai partikularitas kekayaan
budaya dan spiritualitas di Keuskupan Larantuka
sebagai locus teologi yang hidup. Integrasi ini
tidak sebata
uah tarian rahmat di mana teologi
dan spiritualitas menemukan detak jantungnya
yang paling autentik dalam doa dan harapan umat,
menciptakan harmoni yang menyatukan altar
Gereja dengan altar kehidupan.

Item Type: Book
Divisions: Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Ambrosia Maria Magga
Date Deposited: 04 Mar 2026 02:00
Last Modified: 04 Mar 2026 02:00
URI: http://repository.stpreinha.ac.id/id/eprint/202

Actions (login required)

View Item
View Item